“lalu itu siapa?” kata bella, “itu cedric” jawab gw, “dia itu edward cullen” kata temen baru si bella, “dia itu cedric yg mati pas lomba ma harry potter” kata gw tegas, “oh jadi dia mati berubah jadi vampire” kata adek gw. hwehehehehe, ya ya emang ngaco… maafkan :D
kemaren sore saya bareng pacar & adek nonton twilight, yaa keseluruhan dari film ini biasa aja sih… tapi nggak nyesel juga. Satu adegan yang paling saya suka banget di film ini pas mereka para vampire ini maen baseball, suara petir bertepatan dengan pas mukul bolanya, terus soundtracknya yg mantep banget! “paramore” suka deh & emang semua soundtracknya pada enak-enak. Abis nonton ini saya cuma bilang andaikan pacar saya vampire hwakakakaka *geleuh*, yaa maksudnya sih.. seneng gitu bisa digendong terus dibawa lari secepat kilat, bisa manjat pohon yang tinggi2 terus bisa lihat pemandangan yang wah… hahaha mulai ngalindur…

teater dua ^^




The Chronicle of Narnia: Prince Caspian ini adalah lanjutan dari film sebelumnya yaitu The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe (2005), di film yang terbarunya ini menurut saya lebih menarik, lebih keras, lucu (nggak mungkin kalian nggak ketawa) dan terlihat lebih nyata terutama dari pemandangannya bagus banget, inget pemandangan di film sebelumnya? buat yang udah nonton pasti tau, bagus sih… tapi masih keliatan gambar, tapi kali ini, wow! kepokoknya efek audio dan visualnya mantab banget! ^^




Dvd yang nggak sengaja saya tonton karena terpikat oleh Hayden Christensen si Anakin Skywalker di Star Wars hehe, dan dia baru-baru ini main juga di film Jumper (belom nonton).
inilah juaranya, saya bener-bener nangis bahkan tak henti-hentinya air mata saya terus mengalir (duh bahasanya), bahkan kalau saya sekarang mengingat film itupun masih aja meneteskan air mata, film ini bener-bener sedih, film yang dibintangi oleh aktor yang berperan sangat hebat dan pantas diacungi jempol ini yaitu Sean Penn yang berperan sebagai Sam Dawson seorang pria dewasa berumur 40 tahun yang memiliki keterbelakangan mental. Banyak hal yang bikin saya sedih difilm ini, 90% saya nangis sesegukan.
film ini diangkat dari kisah nyata dan dibintangi oleh Paul Walker yang berperan sebagai Jerry Shepard yang menghabiskan waktunya bersama anjing-anjing penarik kereta salju dan sahabatnya, di Antartika. Badai salju memaksa para ilmuwan untuk meninggalkan pusat penelitian lebih cepat dari yang direncanakan, namun kapal yang digunakan tidak cukup untuk membawa anjing-anjing tersebut. Jerry berjanji pada anjing-anjingnya untuk kembali secepatnya, dan meninggalkan anjing-anjing kesayangannya, ternyata cuaca semakin memburuk, tidak memungkinkan Jerry untuk kembali kesana. Selama 6 bulan anjing-anjing ini ditinggalkan, dan disinilah adegan-adegan yang bikin saya meneteskan air mata, apalagi di endingnya.
dari judulnya aja udah pas, memang film ini bisa mengeluarkan air mata satu liter bahkan lebih, film ini juga sama diangkat dari kisah nyata, dikutip dari buku harian yang ditulis oleh Aya, seorang gadis yang mengidap penyakit spinocerebellar degeneration, yang menyebabkan tubuhnya lumpuh, dan tidak bisa berbuat apa-apa, sampai berumur 25 tahun Aya semangat untuk hidup. Waktu itu saya nonton ini nggak dari awal, tapi saya udah nangis-nangis aja gitu.
nggak nyangka kan kalo film ini bikin saya nangis? saya sendiri juga begitu hihihihi, film ini sebenernya bercerita tentang persahabatan, awalnya Jesse yang diperankan oleh Josh Hutcherson pengen jadi pelari tercepat disekolahnya tapi ternyata dia dikalahkan oleh anak perempuan bernama Leslie Burke seorang murid baru yang dimainkan Annashopia Robb (ugh cantik banget sih nih anak, tapi waktu maen di fil charlie chocolate factory nggak kaya begitu), Leslie ini sering kali bercerita yang berbau fantasi, dan Jesse suka menggambar, mereka jadi bersahabat, dan sering main berdua ke tempat yang mereka sebut Terabithia, yang bikin sedih emang sedikit tapi berhasil bikin saya meneteskan air mata yaitu pas Jesse pergi ke museum gitu dan…. argh! damn why??
Ternyata film ini bisa bikin saya sedih juga, tenggorokan saya sakit menahan tangis (alah*), yang bikin merinding tentu saja lagu-lagunya, yang bikin saya terharu saat fahri dipenjara dan dia mau sholat tapi dia tiba-tiba nangis, terus nyoba biar tahan tapi nangis lagi, kata pacar saya yang bermata sipit dia ngeliat di film ini keliatan mic yang ngegantung gitu, 2 kali kaya gitu katanya, jadi nih film masih kurang apik (sayang sekali), tapi saya nggak liat padahal mata saya lebih besar dari pada mata pacar saya heuheuheu, ada satu adegan masih kaya sinetron-sinetron juga kaya maria tiba-tiba bisa bangun setelah ketemu fahri, tapi isi moral dari film ini emang bagus kok.